Ad Code

Responsive Advertisement

Satpam Maling Besi Senilai Rp 150 Juta, Ngaku Buat Biaya Anak Masuk SMP

Keterangan foto: (Ilustrasi/Istimewa)



MAGELANG, infoindonesia.co - Seorang satpam berinisial BD (44 tahun), harus berurusan dengan pihak yang berwajib, karena ketahuan mencuri 179 besi tree grate atau pelindung pohon di proyek kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) Borobudur. 


Dilansir dari Detik.com, Wakapolres Magelang, Kompol Aron Sebastian dalam konferensi pers di Mapolres Magelang, Selasa (08/06/2021), pencurian tree grate itu dilakukan tersangka secara berahap, sejak 23 Maret-2 Juni 2021. 


BD mengaku mencuri sendirian di proyek KSPN Borobudur tepatnya di sepanjang Jalan Mayor Kusen, Borobudur dan Jalan Syailendra, Kecamatan Mungkid.


"Awal mulanya, kami mendapat informasi dari pelaksana proyek semenjak tanggal 23 (Maret) sampai 2 Juni 2021 ditemukan beberapa besi tree grate sepanjang jalur KSPN Borobudur yang hilang," katanya.


Kasus ini kemudian terungkap dari adanya informasi yang menyebutkan ada warga yang menjual besi tree gate ke salah satu tukang rongsok pada Rabu (02/06/2021) lalu. BD pun ditangkap dan mengaku telah melakukan pencurian besi proyek itu.


"Dalam penyelidikan, tanggal 2 Juni menemukan adanya informasi mengenai seseorang yang menjual-belikan besi kepada saksi tukang rongsok. Polres Magelang mengungkap dan menangkap tersangka inisial BD, pekerjaan satpam. Yang mana merupakan tersangka tunggal kasus pencurian ini," jelas Aron.


Sebelum beraksi, tersangka mengaku lebih dulu melakukan survei lokasi. Pencurian besi proyek itu dilakukan pada dini hari.


"Sudah disurvei diamati manakala situasi sepi yang bersangkutan mengambil secara diam-diam. Pelaku melaksanakan aksinya di subuh hari. Dalam beberapa hari, selang 2-3 hari pelaku mengambil 2-3 bongkahan besi tree grate yang ada di lokasi menggunakan sepeda motor," ujar Aron.


Aron menyebut, total ada 179 tree grate yang dicuri tersangka, dengan total kerugian mencapai 152 juta. "Yang dicuri di sepanjang Jalan Mayor Kusen sampai Jalan Syailendra. Total ada 179 yang hilang. Total kerugian kurang lebih Rp 152 juta," tuturnya.


Sementara itu, tersangka BD mengaku sengaja mencuri karena terlilit kebutuhan ekonomi. Dia mengaku menjual besi tree grate itu ke tukang rongsok.


"Keadaan ekonomi. Pulang ke rumah, saya juga bingung mau diapakan besi ini. Lalu saya kepikiran ada bodem ini, saya pukuli sampai hancur lalu saya jual di daerah Magelang. Per kilonya Rp 4.200. Jual yang pertama sebelum puasa," kata BD.


Dia menuturkan, uang hasil kejahatan itu dia gunakan untuk membiayai kebutuhan anaknya yang hendak masuk SMP. Dia pun mengakui mencuri sebanyak 10 kali.


"Saya sudah jual 10 kali, bertahap. Total 179, besi belum terpasang sempurna. Uangnya buat ekonomi, anak saya mau berjalan (masuk) SMP," tuturnya. (FikA)

Posting Komentar

0 Komentar

Close Menu