Ad Code

Responsive Advertisement

Polisi Gerebek Pesta Narkoba Berkedok Acara Pertemuan Keluarga

Keterangan foto: (Ilustrasi/Istimewa)

 

JAKARTA, infoindonesia.co - Kepolisian Resor (Polres) Metro Jakarta Utara menggerebek pesta Narkoba yang berkedok acara temu keluarga (Family Gathering) di sebuah Villa kawasan Puncak, Cipanas-Cianjur, Jawa Barat.


Dilansir dari Tempo.co, pada Sabtu (05/06/2021), Kapolres Jakarta Utara Komisaris Besar Guruh Arif Darmawan menyampaikan, pengungkapan kasus ini berawal dari penangkapan dua pengedar sabu berinisial DW dan RZ pada Mei lalu. Dari situ, polisi kemudian melakukan pengembangan.


Dari hasil penangkapan dua orang itu, diperoleh informasi soal pengedar lain yang tinggal di Kampung Bahari. Setelah dipantau, diketahui target hendak melakukan Family Gathering bersama 50 warga di kawasan Puncak. 


"Target bersama-sama dengan satu kelompoknya sebanyak 50 orang, rencananya akan melaksanakan pesta sabu di atas, di daerah Puncak," kata Guruh. 


Saat melakukan penggerebekan, Guruh mengatakan petugas terlebih dahulu menangkap empat orang yang tengah berada di dalam mobil di depan villa. Setelah mendapat keterangan dari keempat orang itu soal rencana pesta sabu, polisi kemudian menggerebek vila dan melakukan tes urine terhadap puluhan warga Kampung Bahari di vila itu.


Hasilnya, 27 orang diantaranya positif mengonsumsi sabu. Dimana 23 orang diantaranya laki-laki dan 4 lainnya perempuan. 


Dari hasil pemeriksaan terungkap bahwa lima orang dari puluhan warga yang ditangkap ternyata bandar sabu kelas kakap. Mereka antara lain berinisial HS alias Bodrex, AR alias Lopes, MS alias Muss, IR, dan AL.


Dalam penggerebekan itu polisi menyita barang bukti berupa 1 klip sabu dengan berat 3,78 gram, 1 klip plastik berisi 2 ekstasi, 2 klip sabu seberat 0,48 gram dan 0,40 gram, dan 3 bong. 


Adapun kelima bandar sabu itu, HS, AR, MS, IR dan AL dijerat Pasal 114 subsider 112 UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara paling lama 20 tahun.


Sebanyak 22 orang lain yang tertangkap dalam penggerebekan pesta sabu diberikan hukuman wajib rehabilitasi. 


Guruh menambahkan, sejauh ini polisi masih terus menelusuri tersangka lain yang diduga terlibat dalam kasus peredaran narkoba jenis sabu di kawasan itu hingga diketahui bandar besar mereka. (FikA)

Posting Komentar

0 Komentar

Close Menu