Ad Code

Responsive Advertisement

Harga Daging Sapi Jelang Kurban Diprediksi Bakal Lebih "Ngamuk" Lagi Ketimbang Idul Fitri Kemarin

Keterangan foto: Sapi kurban. (Ilustrasi/Istimewa).

 

JAKARTA, infoindonesia.co - Harga daging sapi menjelang hari raya kurban, Idul Adha, pada Juni mendatang, diprediksi bakal lebih melambung tinggi ketimbang harga pada saat Idul Fitri kemarin.


Potensi tersebut sebagaimana disampaikan oleh Ketua Umum Komunitas Sapi Indonesia (KSI) Budiyono, dalam webinar Rantai Pasok Sapi Menjelang Idul Adha 1442 H dari Yayasan Cattle Buffalo Club Indonesia, Rabu (09/06/21).


"Sekarang yang saya lihat untuk Idul Adha ini banyak sapi-sapi yang memang sudah mahal di Idul Fitri akan lebih mahal lagi di Idul Adha," katanya, seperti dikutip dari CNBCIndonesia.com.


Ia pun memperkirakan kenaikan berat hidup daging sapi lokal, pada kitaran Rp 4.000 - Rp 5.000 per-kilogram (Kg). Kondisi itu, lanjutnya, bisa terjadi jika tidak ada langkah efektif seperti momen lebaran Idul Fitri lalu. Dimana kala itu, terjadi permintaan besar namun pasokan sapi sedikit berkurang sehingga harga jadi naik. Penyebabnya daging impor menjadi andalan, sementara peternak dalam negeri kurang mendapat perhatian.


"Ini PR besar, kalau peternak rakyat yang breeding 2-3 ekor nggak dihiraukan ini akan menjadi permasalahan besar bagi peternakan di Indonesia. Pengembangan di Kalimantan, Sumatera mulai tapi belum bisa penuhi sapi bakalan di Jawa, justru mereka ambil di Jawa," jelasnya.


Kebijakan impor daging kerbau diinisiasi sejak 2016 lalu, ketika itu tujuannya menarik harga daging sapi menjadi 80 ribu per Kg, tapi ternyata tak pernah tercapai. Padahal, Indonesia memiliki target swasembada sejak jauh-jauh hari, tujuan yang kian jauh.


"Biasanya harga 7 hari sebelum puasa naik, 7 hari sebelum lebaran Idul Fitri naik, sebulan sebelum Idul Adha naik. Meski ada harga acuan tapi relatif nggak diacuh, jadi apa gunanya harga acuan kalo ini ga efektif," kata Komite Pendayagunaan Pertanian (KPP), Khudori.


Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 7 Tahun 2020 tentang Harga Acuan Pembelian di Tingkat Petani dan Harga Acuan Penjualan di Tingkat Konsumen berkisar Rp 80 ribu - Rp 105 ribu. Sementara saat ini harganya Rp 138 ribu, ada potensi naik harga menjelang Idul Adha. (FikA)

Posting Komentar

0 Komentar

Close Menu