Ad Code

Ade Kuat Andika Perkasa dan Yudo Margono di Perebutan Kursi Panglima TNI

Keterangan foto: Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal Andika Perkasa (kanan), dan Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Laksamana Yudo Margono (kiri). (Istimewa)



 

JAKARTA, infoindonesia.co - Dua Kepala Staf Tentara Nasional Indonesia (TNI) disebut-sebut tengah bermanuver jelang pergantian jabatan Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto.


Mereka yakni, Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal Andika Perkasa dan Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Laksamana Yudo Margono.


Dikutip dari Tempo.co, Senin (14/06/2021), baik Andika maupun Yudo, keduanya dianggap paling potensial untuk memegang tongkat komando TNI berikutnya. Sedangkan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Fadjar Prasetyo dinilai tak terlalu berpeluang, lantaran berasal dari matra yang sama dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.


Seorang sumber yang mengetahui manuver Andika bercerita, mantan Panglima Komando Daerah Militer Tanjungpura itu memperkuat tim komunikasi Angkatan Darat. Tugasnya adalah menyebarkan informasi, baik berupa foto maupun video mengenai aktivitas Kepala Staf Angkatan Darat.


Penasihat senior Kantor Staf Presiden, Andi Widjajanto, mengatakan langkah Andika yang aktif menyiarkan kinerjanya di media sosial bisa dinilai sebagai upaya menjadi Panglima TNI. Meski begitu, Andi menilai kepercayaan Presiden kepada Andika tak hanya di media sosial, tapi memang karena kinerjanya baik.


"Pak Andika memiliki pemahaman konsep akademik militer yang kuat," ujar Analis Utama Politik Dan Keamanan Laboratorium Indonesia 2045 ini dikutip dari Majalah Tempo edisi 12 Juni 2021.


Selain memperkuat tim komunikasi, Andika juga disebut-sebut gencar berkomunikasi dengan para politikus Senayan, terutama legislator dari PDI Perjuangan.


Selain manuver pencitraan yang dilakukan Andika, sang mertua, Abdullah Mahmud (AM) Hendropriyono pun disebut-sebut gencar melakukan lobi "keras" ke sejumlah pihak, terutama Presiden RI, Joko Widodo, agar Andika bisa menjadi Panglima TNI


Hal itu disinyalir saat Mantan Kepala Badan Intelijen Negara tersebut, bersama istri, menemui Jokowi pada Jumat, 7 Mei lalu, di Istana Negara. Dimana pertemuan itu terekam dalam akun Instagram Diaz Hendropriyono, putra Hendro yang juga anggota staf khusus Presiden. Hari itu, Hendropriyono tengah berulang tahun ke-76.


"Hanya silaturahmi karena saat itu Pak Hendropriyono sedang berulang tahun," kata tenaga ahli utama Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin, dikutip dari Majalah Tempo edisi 12 Juni 2021.


Tiga purnawirawan yang mengetahui pertemuan Hendropriyono dan Jokowi bercerita, ada lobi yang dilancarkan mantan Panglima Komando Daerah Militer Jayakarta itu dalam suatu pertemuan dengan Jokowi. Menurut ketiganya, Hendro pernah menyampaikan kondisi politik terbaru kepada Presiden.


Setelah itu, dia mendorong Andika Perkasa untuk menjadi Panglima TNI. Adapun Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memang akan memasuki masa pensiun pada awal November mendatang. 


Tak hanya ke Jokowi, tiga purnawirawan yang menjadi sumber Tempo itu bercerita, Hendropriyono juga melancarkan lobi kepada Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan. Namun sayangnya, hingga kini, AM Hendropriyono belum merespon hal ihwal manuvernya tersebut.


Di sisi lain, Yudo Margono disebut juga bermanuver dengan cara mendekati para seniornya di Angkatan Laut. Mantan Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana Purnawirawan Bernard Kent Sondakh mengatakan, Yudo beserta istrinya berkunjung ke rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Ahad, 23 Mei lalu.


Selama lebih dari dua setengah jam, Kent dan Yudo berbincang banyak hal mengenai kondisi Angkatan Laut di masa lalu dan sekarang. Mantan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut, Laksamana Muda Purnawirawan Iskandar Sitompul mengatakan, Yudo juga beberapa kali bermain golf bersama para seniornya.


Sejumlah narasumber menyebutkan Yudo memiliki catatan minus, yakni tenggelamnya kapal selam Nanggala-402 pada April lalu. Namun menurut Kent dan Iskandar, tenggelamnya KRI Nanggala-402 bukan batu sandungan untuk Yudo.


namun lagi-lagi, baik Andika maupun Yudo ogah berkomentar terkait estafet kepemimpinan Panglima TNI. "Itu bukan kewenangan saya," ucap Andika dikutip dari Majalah Tempo edisi 12 Juni 2021.


Adapun Yudo juga tak menjawab saat dikonfirmasi ihwal pertemuannya dengan para senior Angkatan Laut. "Nanti saja," tuturnya dikutip dari Majalah Tempo di edisi yang sama. (FikA)

Posting Komentar

0 Komentar

Close Menu