Ad Code

Responsive Advertisement

Pemerintah Akui Tak Punya Target Waktu Selesaikan Konflik Papua

 



Jakarta, infoindonesia.co - Menteri Koordinasi Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) RI, Mahfud MD mengakui bahwa hingga saat ini Pemerintah RI belum memiliki target waktu dalam penyelesaian konflik di Papua. 


Hal itu disampaikan Mahfud dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (19/06/2021).


"Saya kira memang sudah puluhan tahun kita menangani ini tidak selesai-selesai ya karena kita mau dulu pendekatannya dengan dialog-dialog, kita tidak punya target, pokoknya selama aparat keamanan, penegak hukum akan terus bekerja," kata Mahfud, dikutip dari Merdeka.com.


Dalam kesempatan itu, Mahfud juga menjelaskan, bahwa pemerintah juga tidak kepikiran untuk memberlakukan kondisi darurat sipil atau darurat militer di Papua. Dengan alasan, konflik yang dialami sejauh ini tidak terlalu besar.


"Pemerintah belum pernah sampai saat ini memberlakukan darurat sipil, apalagi darurat militer, sipil juga enggak, karena ini menganggap ini sebenarnya tidak terlalu besar, orang-orang sudah teridentifikasi, sehingga orang tersebut terorisnya. Bukan Papua terorisnya dan bukan orang-orang Papua teroris," kata dia.


Dikutip dari CNN Indonesia.com, mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu menyatakan Pemerintah RI akan lebih memilih jalan dialog dengan kelompok yang ingin Papua merdeka tanpa kekerasan. Ia pun mengklaim banyak masyarakat Papua yang masih ingin tetap bersama Indonesia.


"Jadi yang besar itu, yang 90 persen mari kita ajak berembuk," ujarnya.


Namun begitu, Mahfud mengatakan pemerintah tetap akan bertindak tegas menindak kelompok-kelompok yang menebar teror di tengah masyarakat. Misalnya, membakar fasilitas umum atau objek vital. Lalu, membunuh masyarakat secara terbuka, bahkan mengacaukan arus penerbangan dengan membakar pesawat.


"Nah itu yang teroris memenuhi unsur Undang-undang Nomor 5 Tahun 2018," katanya. (FikA)

Posting Komentar

0 Komentar

Close Menu