Ad Code

Responsive Advertisement

Loh! Puluhan Pecandu Narkoba Dilepas Polisi Tanpa Proses Rehab



Jawa Timur, infoindonesia.co - Kepolisian Resor (Polres) Lumajang memulangkan 27 pemuda pecandu narkoba yang ditangkap dalam sebuah operasi penggerebekan, tanpa proses rehabilitas.


Dikutip dari Merdeka.com, Polres Lumajang tidak memberi alasan pasti mengapa puluhan remaja itu dilepas tanpa direhabilitasi. 


"Wajib lapor dua kali dalam seminggu," singkat Kasat Reskoba Polres Lumajang, AKP Ernowo ketika dikonfirmasi Merdeka.com, pada Rabu (26/05/2021).


Tak ayal, keputusan Polres Lumajang tersebut pun memantik kontra pendapat dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Lumajang. 


Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Lumajang, AKBP Indra Brahmana yang dikonfirmasi terpisah, menilai hal itu tidak sesuai dengan Pasal 127 Ayat 3, tentang pengguna narkoba yang mewajibkan pengguna narkoba langsung rehabilitasi. Aturan itu juga ada dalam UU Kesehatan.


"Memang dalam undang-undang menyatakan jika pengedar ditahan dan pengguna akan dilakukan rehabilitasi. Harusnya jika begitu, terkait 27 remaja ya direhabilitasi," jelasnya.


Kendati menyesalkan keputusan tersebut, namun BNNK Lumajang mengaku tidak mau ikut campur terlalu jauh, lantaran hal itu merupakan urusan instansi masing-masing.


"Hanya saja ini kan urusan instansi masing-masing. Karena kan yang melakukan penangkapan adalah polisi, bukan kami," pungkas Indra.


Sebelumnya, pengungkapan dan penangkapan puluhan remaja pecandu narkoba ini bermula saat Polres Lumajang menggerebek sindikat pengedar narkoba yang ada di sebuah rumah kontrakan yang berlokasi di Desa Kalibroto Lor, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.


Dalam penggerebekan tersebut, polisi mengamankan 29 orang, dengan dua diantaranya adalah pengedar berinisial RA (23) warga Desa Tunjung, Kecamatan Randuagung, dan ARW (21) warga Desa Jatiroto, Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember.


"Dalam penggeledahan ini, petugas kami mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya sebuah piring kaca warna putih coklat, terdapat 21 buah plastik klip ukuran sedang," ujar Kasat Reskoba Polres Lumajang, AKP Ernowo.


Dalam penggerebekan itu, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti terkait. Alhasil, dari 29 orang yang diamankan, polisi hanya memproses dan menahan 2 orang yang berstatus pengedar. Sementara 27 orang lainnya dilepas.


"Semua remaja tersebut diamankan dari rumah kontrakan yang ada di Desa Kalibroto Lor. Mereka beli pil seperti beli karcis, ngantrinya panjang," tutur Ernowo. (FikA)

Posting Komentar

0 Komentar

Close Menu