Ad Code

Responsive Advertisement

Lebih 500 Anggota Partai Demokrat Amerika Desak Biden Hukum Israel

Keterangan Foto: Foto ilustrasi, moment dimana Joe Biden ketika masih menjabat Wakil Presiden AS bersalaman dengan PM Israel Benjamin Netanyahu 9 Maret 2010 di Yerusalem. Sumber: BBCNewsIndonesia.com.




Amerika Serikat, infoindonesia.co - Lebih dari 500 anggota partai Demokrat dan alumni tim kampanye Joe Biden 2020 menandatangani surat terbuka untuk mendesak pemerintah Amerika Serikat (AS) menghukum Israel.


Dilansir dari Kompas.com, langkah itu dilakukan di tengah pecahnya suara antara jajaran Demokrat. Dimana beberapa anggota partai cenderung vokal pro-Palestina dan sebagian besar dari tokoh sentris termasuk Biden cenderung pro-Israel.


Melansir The Guardian pada Senin (24/5/2021), Biden semakin mendapatkan tekanan untuk mengambil sikap tegas terhadap Israel setelah 11 hari bentrokan mematikan. Bentrokan itu mengakibatkan lebih dari 230 warga Palestina tewas dan puluhan bangunan hancur di Gaza. Sementara, 12 warga Israel tewas dari serangan roket Hamas.


Kompas.com mengulas, bahwa surat terbuka dari kubu Demokrat itu menambah tekanan dan juga titik balik opini publik AS, yang lebih mengkritik Israel.


Para pihak yang menandatangani surat terbuka menulis bahwa mereka "menghargai usaha (Biden) untuk menjembatani gencatan senjata. Namun, kami tidak dapat mengabaikan kekerasan mengerikan yang terjadi beberapa pekan terakhir di Israel/Palestina".


"Dan kami memohon kepada Anda melanjutkan menggunakan kekuatan Anda untuk meminta pertanggungjawaban atas tindakan Israel serta memberikan dasar untuk keadilan dan perdamaian abadi".


Surat itu juga mengatakan, "Nilai-nilai yang sama yang memotivasi kami untuk bekerja berjam-jam memilih Anda, menuntut agar kami bersuara...kami masih khawatir terhadap kondisi warga Palestina di Gaza yang dapat dibunuh atau dibuat tunawisma oleh serangan udara Israel"


Surat itu turut mengutuk kekerasan di kedua sisi baik Israel maupun Palestina, tapi surat itu lebih menyalahkan Israel.


Sebab, kekuatan militernya yang lebih besar dan pendudukan yang sedang berlangsung terhadap komunitas Palestina dan blokade terhadap Gaza. (FikA)

Posting Komentar

0 Komentar

Close Menu