Ad Code

Responsive Advertisement

Inilah 5 Akar Masalah Konflik Israel-Palestina yang Belum Banyak Diketahui




Jakarta, infoindonesia.co - Konflik antara Israel dan Palestina seolah tak ada habis-habisnya. Kendati beberapa waktu ketegangan sempat menurun, tapi konflik antar keduanya tidak pernah benar-benar berakhir.


Adapun konflik terbaru yang menyeruak ke dunia internasional, terjadi pada awal memasuki bulan Syawal 1442/2021 kemarin, dan hingga hari ini, gencatan senjata terus berlangsung dengan menewaskan korban jiwa dari kedua kubu.


Seperti diketahui, konflik Israel-Palestina telah berlangsung lama, sejak puluhan tahun lalu. Bahkan ada yang meyakini bahwa "minyak tanah" ini sudah mulai membasahi jerami sejak beberapa abad sebelumnya, dan tinggal menunggu pemantik dihidupkan.


Bagi generasi akhir, awal abad 20-21, banyak para warganet kaula muda yang turut penasaran dan mempertanyakan, apa sebenarnya akar masalah, asal mula konflik, maupun apa alasan Israel begitu bersemangat membombardir Palestina, dan sebaliknya? 


Dilansir dari CNNIndonesia.com, Kamis (20/05/2021), setidaknya terdapat lima alasan yang menjadi "biang keladi" masalah atau pemicu perang panjang antar keduanya, hingga alasan serangan Israel yang paling terakhir kemarin.


Pertama, terbentuknya negara Israel. Awal mula konflik Israel-Palestina ini setelah berdirinya negara Israel pada 1948. Kala itu, warga Palestina keberatan dan mencegah terbentuknya negara Israel sampai terjadi perang.


Pasca perang berakhir, Israel ternyata sudah menguasai sebagian besar wilayah bekas kekuasaan Inggris termasuk Yerusalem, sedangkan Mesir menguasai Gaza.


Sementara itu menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), setengah populasi Arab Palestina telah diusir dan sebagian lagi melarikan diri.


Kedua, perebutan wilayah Gaza. Konflik belum berakhir dan kembali memanas pada 1967 karena Israel kembali merebut Jalur Gaza dan kawasan Sinai hingga Tepi Barat serta Yerusalem Timur dari Yordania.


Perebutan wilayah tersebut berimbas terjadinya peperangan dan menjadi alasan Israel menyerang Palestina kembali. Di tengah kondisi perang itu, Israel sempat menawarkan untuk mengembalikan wilayah dengan sejumlah imbalan. Sayangnya, tawaran tersebut ditolak.


Ketiga, Intifada Al-Aqsa. Permusuhan Israel dan Palestina semakin meningkat setelah terjadinya intifada Al Aqsa pada September 2000, usai kunjungan pemimpin oposisi Israel ke Al-Aqsa yang memicu kerusuhan.


Masih di tahun 2000-an tepatnya pada 2008, kembali terjadi intifada atau pemberontakan setelah Israel meluncurkan serangan udara dan darat ke Jalur Gaza.


Kemudian di Mei 2010, Israel memblokade seluruh jalur bantuan ke Palestina dan tentara Israel menembaki kapal bantuan Mavi Marmara.


Keempat, Gedung Putih pro-Israel. Semenjak Presiden AS Donald Trump memasuki Gedung Putih pada 2017, keberadaannya sangat menunjukkan pro-Israel. Selain itu, Trump turut mengakui bahwa Yerusalem merupakan ibu kota Israel. Bahkan kedutaan AS di Tel Aviv dipindahkan ke Yerusalem.


Terbaru, Presiden AS saat ini, yaitu Joe Biden, diam-diam menyetujui menjual senjata berupa bom canggih senilai Rp10 triliun kepada Israel.


Kelima, prahara terbaru konflik Israel-Palestina. Masih memanas sampai saat ini, Israel kembali menyerang Palestina akibat bibit konflik yang terjadi pada April 2021, setelah aparat Israel sabotase speaker masjid Al-Aqsa.


Dilansir Reuters, Mei 2021 terjadi bentrokan di area komplek masjid Al-Aqsa antara jamaah Palestina dan aparat Israel hingga menyebabkan banyak korban terluka.


Di samping itu, satu hal yang turut memantik konflik yaitu sengketa di Sheikh Jarrah karena sejumlah keluarga Palestina terancam diusir oleh pemukim dari Israel.


Buntut prahara terbaru antara Israel dan Palestina ini terus berlangsung hingga menelan banyak korban tewas serta menghancurkan tempat tinggal hingga rumah sakit.


Sejumlah dukungan dan kecaman dunia internasional yang menyorot konflik terbaru antara Israel Palestina terus diserukan.


Itulah lima rangkuman yang menjadi akar konflik bagi permasalahan Israel dan Palestina. Banyak pihak yang mendukung agar keduanya bisa berdamai. (FikA)

Posting Komentar

0 Komentar

Close Menu