Ad Code

Responsive Advertisement

AS Setujui Penjualan Senjata ke Israel, Erdogan ke Biden: "Anda Sedang Menulis Sejarah Dengan Tangan Berdarah"

Keterangan Foto: Foto ilustrasi, moment dimana Joe Biden ketika masih menjabat Wakil Presiden AS bersalaman dengan PM Israel Benjamin Netanyahu 9 Maret 2010 di Yerusalem. Sumber: BBCNewsIndonesia.com.




Jakarta, infoindonesia.co - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan sontak geram dan langsung melancarkan kritik pedasnya kepada Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden--pasca negeri Paman Sam tersebut menyetujui penjualan senjata kendali berpresisi ke Israel dengan nilai kontrak US$735 juta atau sekitar Rp 10,5 triliun.


Seperti dikutip dari BBCNewsIndonesia.com, Kamis (20/05/2021) malam, kritikan itu pun disampaikan Erdogan melalui siaran televisi, usai rapat kabinet, Senin (17/05/2021) waktu setempat.


"Hari ini kita menyaksikan tanda tangan Biden untuk (penjualan) senjata ke Israel...Ini merupakan persetujuan untuk menjual 850.000 senjata yang sangat sangat penting," kata Erdogan.


"Anda sedang menulis sejarah dengan tangan berdarah," kata Erdogan dalam pernyataan yang diarahkan ke Presiden AS, Joe Biden.


"Anda membuat kami terpaksa berkata seperti ini. Karena kami tidak bisa tinggal diam soal ini," lanjut Erdogan yang mendapat dukungan dari Timur Tengah karena selalu vokal memperjuangkan Palestina selama 18 tahun kepemimpinan di Turki.


Tak hanya Erdogan, kritik terhadap Biden juga dilontarkan oleh anggota DPR AS, Ilhan Omar, politisi dari Partai Demokrat yang membawa Biden menjadi presiden AS.


"Akan sangat mengerikan bagi Pemerintahan Biden melanjutkan kesepakatan senjata kendali berpresisi US$735 juta ke Netanyahu tanpa syarat setelah meningkatnya kekerasan dan serangan terhadap warga sipil," ujar anggota Komisi Hubungan Luar Negeri DPR AS itu, Senin (17/05), seperti yang dikutip Washington Post.


"Jika berjalan lancar, ini akan dilihat sebagai lampu hijau untuk eskalasi lanjutan dan akan melemahkan setiap upaya untuk menengahi gencatan senjata," lanjutnya.


Belum ada komentar dari Gedung Putih terkait kabar penjualan senjata AS ke Israel itu. (FikA)

Posting Komentar

0 Komentar

Close Menu