Ad Code

Responsive Advertisement

37 Aparat TNI dan Polri Gugur Selama 3 Tahun Kontak Senjata dengan Kelompok Teroris Bersenjata di Papua

Keterangan Foto: Tercatat tidak kurang dari 27 anggota TNI dan 9 polisi yang gugur dalam serangan teroris KKB. Foto Ilustrasi.-Istimewa.


Jakarta, infoindonesia.co - Pemerintah RI terus berupaya menumpas kelompok teroris KKB di Papua. Dalam upaya tersebut, tidak sedikit korban jiwa yang berjatuhan, baik dari sipil maupun aparat keamanan.


Dilansir dari Okezone.com, Rabu (26/05/2021), tercatat tidak kurang dari 27 anggota TNI dan 9 polisi yang gugur dalam serangan teroris KKB--terhitung sejak tahun 2018 hingga 2021. Dalam periode tersebut, teroris KKB telah melancarkan aksi terornya sebanyak 215 kali. 


Sementara dari kalangan sipil, terdapat 59 orang telah meninggal. Untuk korban luka, sebanyak 53 dari kalangan masyarakat sipil, 51 anggota TNI, dan 16 polisi.


Pada tahun 2018, teroris KKB menargetkan serangan utamanya terhadap PT Freeport. Saat itu, KKB pimpinan Jhony Botak dari Kali Kopi berhasil memasuki perkantoran Freeport.


Pada tahun 2019, KKB melakukan 23 kasus penembakan dengan korban meninggal sebanyak 20 orang. KKB pimpinan Lekagak Telenggen menembak mati anggota Kopassus di distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua.


Kebrutalan KKB semakin parah di tahun berikutnya. Total 46 kasus penembakan terjadi di tahun 2020 dengan jumlah korban meninggal sebanyak 9 orang.


Puncaknya, pada April 2021 lalu, dimana Kepala Badan Intelijen Negara Daerah Papua, Brigjen TNI Gusti Putu Danny Nugraha gugur ditembak teroris KKB di Mimika. Selain itu, KKB juga membakar rumah, alat berat, toko, pesawat, dan puluhan sekolah. (FikA)

Posting Komentar

0 Komentar

Close Menu