Ad Code

Responsive Advertisement

Nadiem Bakal Revisi PP yang Terlanjur Diteken Jokowi


 


Jakarta, infoindonesia.co - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim berencana melakukan revisi terhadap Peraturan Pemerintah No 57 Tahun 2021 yang telah terlanjur diteken oleh Presiden RI Joko Widodo, tanggal 30 Maret 2021, yakni Tentang Standar Nasional Pendidikan.


Hal itu lantaran tidak memasukkan Pancasila dan Bahasa Indonesia sebagai mata kuliah wajib.


Hal itu disampaikan Nadiem melalui keterangan tertulisnya, seperti yang dikutip oleh sejumlah media nasional.


"Kami senang dan mengapresiasi masukan dari masyarakat. Kami kembali menegaskan bahwa Pancasila dan Bahasa Indonesia memang selalu dan akan tetap diwajibkan dalam kurikulum, sehingga untuk mencegah terjadinya kesalahpahaman lebih jauh, kami akan mengajukan revisi PP SNP terkait substansi kurikulum wajib," kata Nadiem, dalam keterangannya, Jumat (16/4).


Nadiem pun menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan masukan dan aspirasi kepada pemerintah.


“Kami mengucapkan terima kasih atas atensi dari masyarakat dan sekaligus memohon restu agar proses harmonisasi bersama kementerian atau lembaga lain terkait revisi PP Nomor 57 tahun 2021 bisa berjalan dengan lancar dan segera selesai," ucapnya.


Sebelumnya, seperti yang dikutip dari www.kompas.com, Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda mendesak pemerintah untuk segera merevisi Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan.


Sebab, beleid tersebut tidak memuat pendidikan Pancasila sebagai pelajaran wajib bagi siswa pendidikan dasar dan menengah serta mahasiswa pendidikan tinggi. (FikA)

Posting Komentar

0 Komentar

Close Menu