Ad Code

Responsive Advertisement

Ikan Yang Terdampar Di Kijing Teridentifikasi Berjenis Paus Sperma Kerdil


Mempawah, Infoindonesia.co - Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Pontianak, berhasil mengidentifikasi ikan yang terdampar di pesisir pantai Kijing Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, sebagai mamalia laut berjenis Paus Sperma Kerdil.


Hal itu disampaikan Kepala BPSPL Pontianak, Getreda M Hahanussa melalui akun twitter resmi BPSPL Pontianak, Kamis (04/02/2021) malam.


"Berdasarkan hasil penelusuran tim respon cepat BPSPL Pontianak di lokasi kejadian setelah pelepasliaran, diduga jenis mamalia laut tersebut merupakan jenis Paus Sperma Kerdil / Dwarf Sperm Whale (Kogia sima)," ujarnya.


Identifikasi yang dilakukan BPSPL Pontianak didasari atas temuan terhadap ciri-ciri ikan tersebut, dimana pada mamalia laut tersebut ditemukan ciri-ciri berwarna hitam pada tubuh bagian atas dan putih/abu-abu pada tubuh bagian bawah, memiliki sirip punggung di bagian tengah, kepala tidak memiliki moncong, memiliki panjang 2 meter, dan diameter perut 60-70 cm.


Adapun respon cepat yang dilakukan BPSPL Pontianak, dijelaskan Getreda, bermula dari laporan masyarakat melalui media sosial mengenai informasi kejadian mamalia laut yang terdampar di pesisir Pelabuhan Kijing, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, pada hari Senin (01/02/2021) kemarin.


"Kejadian mamalia laut terdampar tersebut terjadi pada Senin (1/2) pukul 11.00 WIB. Kemudian sekitar pukul 11.30 - 12.00 WIB para pekerja gotong royong melakukan pelepasliaran kembali ke laut Pantai Kijing. Setelah itu mereka tetap memantau dari tepi pantai untuk memastikan," ujarnya.


Masih dalam cuitannya, BPSPL Pontianak pun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan dalam upaya penyelamatan mamalia laut terdampar dengan kondisi masih hidup dan terluka tersebut, khususnya terhadap para Pekerja Proyek PT Wijaya Karya (Persero).


“BPSPL Pontianak akan memasukkan kejadian ini ke catatan Biota Laut Terdampar tahun 2021. Pencatatan tersebut perlu dilakukan untuk melihat pola kejadian dalam setiap tahun," ujarnya.


Kedepan, BPSPL Pontianak juga akan lebih memperkuat jejaring konservasi agar jika kejadian serupa terjadi, bisa segera dilakukan penanganan cepat secara optimal, khususnya jika biota laut--yang masuk kategori dilindungi tersebut--masih dalam kondisi hidup.

 (FikA/M.Tasya)

Posting Komentar

0 Komentar

Close Menu