Ad Code

Responsive Advertisement

Dewan Mempawah Siap Sambut Aksi Nelayan Tradisional? Mohlis Saka: Hahaha...



Mempawah, Infoindonesia.co - Aktivis kepemudaan sekaligus Sekretaris DPD Laskar Pemuda Melayu Kabupaten Mempawah, Mohlis Saka tak kuasa menahan tawa saat membaca berita di media massa daring Info Indonesia yang terbit 25 Januari 2021.


Dimana disitu memuat komitmen Anggota DPRD Mempawah yang siap menerima dan memfasilitasi aksi damai ribuan nelayan tradisional terdampak pembangunan Pelabuhan Internasional Kijing, di Sungai Kunyit dan sekitarnya untuk melakukan dialog bersama sejumlah stakeholder.


"Ada statement dari oknum DPRD Mempawah bahwa aksi damai kami nanti mereka akan menyambut kedatangan kami? Dikiranya kami datang mau audiensi apa? Dan bilang bahwa kami harus memasukan surat secara resmi baik pada pimpinan maupun komisi terkait? Agar bisa di tindak lanjuti ke pihak-pihak terkait? Hahaha," kata Mohlis Saka, Selasa, (27/01/2021).


"Kenapa saya ketawa? Sebab, kami datang bukan nak audiensi, tapi menyampaikan mosi tak percaya kepada wakil rakyat, catat!," jelasnya.


Dengan bahasa satire, Mohlis menyindir soal penyampaian "surat resmi"--bahwa DPRD tidak perlu repot-repot memberitahu, karena yang akan datang bukan para birokrat tapi nelayan tradisional yang hanya mengerti kalau "hak-hak"-nya dianaktirikan. 


"Mereka paham tidak, kami nak datang kerumah kami, bukan rumah pejabat. Terus soal katanya (saran DPRD, red), masukkan surat resmi agar bisa ditindaklanjuti? Itu omong kosong! Sebab kami telah melayangkan dua kali surat resmi kepada unsur pimpinan dan Komisi terkait DPRD Mempawah saat aksi pertama bulan September 2020, tapi apa kelanjutannya?," papar Mohlis.


"Catat! Kami menuntut hak-hak dasar kami sebagai warga negara yang hidup di negeri yang katanya  berdaulat dan berkeadilan," tutupnya. 

(FikA)

Posting Komentar

0 Komentar

Close Menu