Ad Code

Responsive Advertisement

USAID Madani Gandeng Pemkab Mempawah, Dorong Penguatan Kemitraan OMS



Infoindonesia.co --

Mempawah - Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat atau United States Agency for International Development (USAID) Madani, menggandeng Pemerintah Kabupaten Mempawah melalui program Pemerintah Kolaboratif (Collaborative Governance).


Perwakilan USAID Madani, Sunardi menjelaskan, bahwa program collaborative governance ini berfokus pada model tata kelola pemerintah yang kolaboratif dengan mempertemukan stakeholder pemerintah, swasta dan masyarakat dalam forum untuk membuat keputusan yang berorientasi pada konsensus (kesepakatan), untuk membangun kepercayaan bersama.


Dimana tujuan lainnya, guna mendorong penguatan kemitraan dan kerjasama pemerintah dan Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) lokal dengan cara melakukan peningkatan kapasitas, legitimasi, dan keberlanjutan OMS di Kabupaten Mempawah, dalam rangka menjawab tantangan dan permasalahan pembangunan daerah.


Untuk di Indonesia, USAID Madani, disampaikan Sunardi, melakukan kerjasama terhadap 32 kabupaten/kota di 6 provinsi. Untuk Kalimantan Barat, USAID menjalin kerjasama di 3 kabupaten dan 1 kota. Antara lain, Mempawah, Sambas, Sintang dan Singkawang.


"Kerjasama ini dilakukan selama 5 tahun, 2019-2024," kata Sunardi saat melakukan pertemuan secara virtual di Aula Kantor Bappeda Kabupaten Mempawah, Selasa (29/12/2020).


Hadir dalam kesempatan itu, sejumlah perwakilan OMS, stakeholder di lingkungan Pemkab Mempawah dan swasta.


Sementara itu, Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Pemkab Mempawah, Didik Krismanto menyambut baik atas kerjasama USAID Madani. Menurutnya, melalui program collaborative governance dapat memacu sejumlah OMS di Kabupaten Mempawah untuk lebih memberikan sumbangsih nyata bagi pembangunan daerah.


"Senang dengan adanya kerjasama ini, dengan demikian bisa memberi semangat, terutama bagi OMS-OMS, agar kedepan lebih aktif mengeluarkan potensinya. Artinya, kedepan OMS tidak hanya terdaftar saja tapi juga bergerak, bagaimana ikut membantu, berpikir dan berpartisipasi dalam pembangunan daerah," katanya.


Dalam kerjasama ini, Didik Krismanto menyampaikan bahwa posisi Pemerintah Kabupaten Mempawah hanya sebagai fasilitator. Ia pun berharap agar OMS-OMS terpilih bisa memanfaatkan peluang yang ada.


"Kita pemerintah sifatnya sebagai fasilitator. Untuk kriteria OMS-nya, ditentukan oleh USAID. Harapan juga untuk kedepan, ini bisa menjadi pemicu bagi donor-donor lain untuk melakukan kerjasama, tidak hanya USAID," katanya.


Sebelumnya, Didik menjelaskan, secara keseluruhan untuk di Kabupaten Mempawah, terdapat sebanyak 56 OMS yang terdaftar di Kemenkum HAM dan memiliki badan hukum, sementara sebanyak 157 OMS berstatus terdaftar melalui penetapan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) dari Kemendagri

(FikA/M.tasya)

Posting Komentar

0 Komentar

Close Menu