Ad Code

Responsive Advertisement

Pembelajaran Tatap Muka Dimulai 4 Januari, Siswa Dihimbau Bawa Bekal Sendiri Dari Rumah



Mempawah, Infoindoneaia.co - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mempawah, El Zuratman mengkonfirmasi ulang bahwa metode pembelajaran tatap muka di sekolah dasar dan menengah, akan mulai dilakukan pada 4 Januari 2021 mendatang. 


"Kami sudah bertemu dengan Ibu Bupati, kami sampaikan bahwa kami sudah cek daftar periksa dan membandingkan data dari tiga kabupaten, yakni Pontianak, Sambas dan Singkawang. Pada prinsipnya pada tanggal 4 januari 2020 siap untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka," kata Zuratman di ruang kerjanya, Senin (14/12/2020).


Untuk itu, pihaknya pun mengaku telah melakukan rapat bersama pengawas pembina, terkait kesiapan dan memberikan arahan untuk mengadakan pertemuan bersama Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) di tiap kecamatan untuk SD sederajat, dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) untuk setingkat SMP sederajat.


"Untuk memberikan gambaran kesiapan pelaksanaan protokol kesehatan di sekolah nantinya. Seperti thermo gun, disinfektan, masker cadangan, hand sanitizer, air untuk cuci tangan dan sebagainya. Semua barang-barang ini disiapkan oleh pihak sekolah melalui dana BOS, karena itu dibolehkan," katanya.


Terkait dengan jumlah harinya, Zuratman menyatakan, sepenuhnya akan diserahkan kepada pihak sekolah atau satuan pendidikan masing-masing. Dimana hal itu sesuai dengan keputusan SKB 4 Menteri.


"Tapi kita upayakan sesuai dengan hari absen, 5 hari, yakni Senin-jumat. Diusahakan jangan ada istirahat, karena kantin kan tidak ada, karena selama masa transisi 2 bulan ini tidak boleh ada buka kantin, tidak boleh ada kegiatan ekstrakurikuler. Jadi sehabis belajar pulang. Sehingga kami himbau agar siswa membawa bekal sendiri," katanya.


Selain itu, demi mengamankan SKB 4 Menteri tersebut, Zuratman meminta kepada setiap kepala sekolah untuk meminta kepada orangtua membuat surat pernyataan ketersediaan untuk anaknya dapat melakukan belajar tatap muka.


"Kita tidak mau memaksakan anak, sementara orangtua tidak yakin, tidak siap. Intinya, kalau ada orang tua yang tidak setuju, jangan dipaksa, karena ini bukan 'diwajibkan' tapi 'dibolehkan' sesuai dengan bunyi SKB 4 Menteri," katanya.


Sebagai gantinya, bagi orangtua yang tidak mau atau keberatan dengan sistem belajar tatap muka ini, maka sekolah kata dia akan tetap memberikan hak dengan cara pembelajaran via daring (on line).


"Sebelumnya kita sudah kerjasama dengan dinas kesehatan untuk di rapid test dan swap test, utamanya untuk guru-guru SMP. Dan dalam waktu dekat kami akan rapat juga, antara diknas, dikpora, kemenag, dinas kesehatan dan dewan pendidikan, sebagai tindak-lanjut SKB tersebut. Pesan bupati juga, agar segala persiapannya disiapkan dengan baik," jelasnya.


Selain meminta kesediaan orangtua, sebagai syarat menjalankan sistem pembelajaran tatap muka ini, sekolah juga harus meminta persetujuan komite apakah mengijinkan tatap muka dilakukan atau tidak. 


"Selanjutnya, sekolah harus pula membuat surat kesiapan belajar tatap muka ke dinas pendidikan kabupaten, kalau siap, maka kami dari dinas kabupaten akan membuat rekomendasi berdasarkan dari kesiapan sekolah berdasarkan beberapa aspek tadi. Data-data itu, pada 29 Desember sudah harus masuk, karena tanggal 4 Januari kan, sudah dimulai," jelasnya.


Lebih lanjut, dalam hal teknis pelaksanaan pada 4 Januari 2021 nantinya, pembelajaran tatap muka hanya boleh dilakukan dengan dengan sistem sif.


"Misalnya kalau jumlah siswa 36, 18 siswa masuk, 18 siswa lainnya (tunggu), giliran, jangan semuanya masuk, tidak boleh. kalau TK itu maksimal 5 orang, dari yang biasanya kan 15 orang. Artinya dari jumlah dibatasi. 


Terkait beberapa informasi yang dibutuhkan dalam proses pembelajaran tatap muka ini pun, tambah Zuratman, sudah disosialisasikan kepada 176 SDN, 10 SD Swasta, 36 SMPN dan 8 SMP Swasta.


"Kita juga minta agar dipastikan guru-gurunya siapkan kondisi fisik dan sebagainya," pungkasnya.

 (FikA/M.tasya)

Posting Komentar

0 Komentar

Close Menu