Ad Code

Responsive Advertisement

Pedagang Mempawah Akui Gas Elpiji Melon Langka



Mempawah, Infoindonesia.co - Salah seorang pedagang di Pasar Sebukit Rama Mempawah, Ilyas, mengaku bahwa pihaknya sangat kesulitan dalam mendapatkan gas elpiji 3 kg.


"Banyak yang mencari," katanya saat dikonfirmasi Senin (14/12/2020).


Ilyas yang juga memiliki pangkalan gas ini menyebutkan, kelangkaan yang terjadi lebih disebabkan lantaran stok yang disediakan oleh agen sangat jauh dari kebutuhan yang diminta.


"Dari agen tidak banyak, kebutuhannya minimal 1 bulan 700-800 tabung. Tapi kami hanya dikasih 100 tabung saja. Kita sudah mengajukan ke agen minta kuota tambahan, kita tidak tahu mekanismenya gimana ke Pertamina," katanya.


Ilyas mengaku, saat ini pangkalannya membawahi dua Rukun Tangga (RT), yakni di RT 12 RW 10 DENGAN RT 11 RW 10. Jatah kuota 100 tabung tersebut kerap diambil dari salah satu agen di Sungai Kunyit.


"Di rumah saya itu di RT 12, tempat saya jualan ini (Pasar Sebukit Rama) RT 11. Jadi kalau datang, ya otomatis saya 'menyelamatkan' lingkungan saya dulu, tetangga-tetangga dulu, karena banyak yang mencari, sangat banyak, karena ya memang kurang (dari agen, red)," katanya.


Terkait dengan sembako, jelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Ilyas menyampaikan, sejauh ini tidak ada komoditi yang mengalami kelangkaan, selain hanya ada sedikit kenaikan pada beberapa komoditi, seperti bawang merah, bawang putih dan cabai rawit dan cabai keriting.


"Cabai keriting dan cabai rawit seminggu ini agak naik, tapi biasanya tidak lama. Dari 40 ribu sekarang tembus Rp 80 ribu sekilonya. Bawang merah, dari 38 ribu, sekarang Rp 45 ribu sekilo. Kalau bawang putih dari 20 ribu, sekarang Rp25 ribu," jelasnya. 


Ilyas menyampaikan, bahwa kenaikan ini hampir tidak ada hubungannya dengan Nataru. Ia menambahkan kenaikan biasa terjadi, terlebih pada penghujung tahun.


"Penyebabnya mungkin pasokannya agak kurang dari Jawa-nya, sehingga mungkin dari agen Pontianak juga kirim sedikit. Tapi ini sifatnya sementara, ini karena terjadi air pasang di Desember, terlambat bongkar muat di kapal, dan sebagainya, ini bisa jadi," katanya. 

(FikA/M.tasya)

Posting Komentar

0 Komentar

Close Menu