Ad Code

Responsive Advertisement

Kombes Pol Badya Wijaya, S.H., dr. Amelinda Syavira dan Ust. Jajang ke Hotel Aston Ajak Dialog Pemuda dan Wanita




Jakarta, Infoindonesia.co - Kamis, (3/11/2020) Kombes Pol Badya Wijaya, S.H. M.H menghimbau agar masyarakat lebih utamakan tentang bahaya Covid-19 yang benar benar nyata ada, jangan terpancing dengan isu isu yang tidak bisa dipertanggung jawabkan, sehingga mengabaikan prokes atau tidak peduli dengan anjuran anjuran pemerintah. 


Hal ini terbukti  banyak korban yg terpapar virus yg  tidak memandang usia, pangkat, jabatan, siapa saja bisa terkena virus ini.  Serta tetap menjaga zona hijau, jangan malah turun menjadi zona kuning atau kembali menjadi zona merah.


Kegiatan ini dihadiri oleh Kombes Pol Badya Wijaya, S.H. M.H. bersama, Kasubdit Bintibsos Ditbinmas  PMJ AKBP Muh. Yani Johana, Kasi Binpenakta Subdit Bintibsos Ditbinmas PMJ Kompol Villawati, S.H., Staf Subditbintibos Ditbinmas PMJ, dr. Amelinda Syavira (Biddokkes PMJ) dan Ust Jajang Zaenuddin, S.H. (Da'i Kamtibmas PMJ), memberikan pencerahan kepada Siswa Bhayangkara PMJ, Ibu-ibu (PKK), Ketua RW 10, Karang Taruna RW 10.


Sedangkan penjelasan dr. AMELINDA SYAVIRA tentang "Protokoler Kesehatan" yg inti pointers adalah Coronnavirus Disease 2019 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronnavirus 2 (SARS-Cov-2).


Sars Covid merupakan coronna virus jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia.


Kasus berat dan kematian meningkat pd orang yang dengan kondisi penyerta penyakit jantung, Diabetes melitus penyakit paru paru kronis, hipertensi, kanker dan usia di atas 60 THN. Penjelasan mengenai cara-cara menghindari dan mencegah bahaya virus Covid&19.


Sedangkan Ust. Jajang Zaenuddin, S.H meyampaikan tentnag Moderasi Beragama dalam Mencegah Faham Intoleransi dan Radikalisme di tengah Pandemi Covid-19" yang  point point pentingnya tentang


Pengertian intoleran yang artinya tidak tenggang rasa, Konsep moderasi beragama, Penjelasan mengenai intoleransi, radikalisme, dan terorisme. Narasi yang dipropagandakan kaum intoleran, pembelokan konflik politik ke konflik agama. Mengimbau kepada masyarakat agar mewaspadai orang-orang di sekitar lingkungannya yang mencurigakan terpapar radikalisme dan terorisme.


Kegiatan berjalan dengan aman, tertib dan lancar dengan menerapkan protokol physical distancing


( NP./ M.Tasya )

Posting Komentar

0 Komentar

Close Menu