Ad Code

Responsive Advertisement

Diduga Dibuang, Bayi 8 Bulan Ditemukan Mengapung Di Sungai Mempawah



Mempawah, Infoindonesia.co - Warga Desa Antibar, Kecamatan Mempawah Timur Kabupaten Mempawah mendadak gempar, dengan ditemukannya sesosok mayat bayi tanpa identitas mengapung di sungai, pada Senin (14/12/2020), sekitar jam 08.00 Wib.


Kapolres Mempawah, AKBP Fauzan Sukmawansyah melalui Kasat Reskrim Polres Mempawah, AKP Muhammad Rezky Rizal menyampaikan, saat ditemukan, bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut sedang dalam posisi tersangkut di jaring keramba milik salah seorang warga, Zulkarnaen (43 tahun).


"Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Desa Antibar RT 010-RW 003, Dusun Harapan Desa Antibar Kecamatan Mempawah Timur Kabupaten Mempawah," katanya.


Lebih lanjut, Rizal menyampaikan, penemuan ini bermula saat Zulkarnaen sedang memberi makan ikan nila di keramba miliknya. Namun apa yang dilihat Zulkarnaen sangat diluar dugaan. 


"Ada mayat bayi laki-laki tanpa identitas  yang tersangkut di jaring keramba milik saksi," kata Rizal.


Saksi yang sontak kaget pun langsung memberitahukan perihal temuannya ini kepada warga lain, yang kemudian diteruskan kepada pihak kepolisian.


"Sekitar pukul 08.00 Wib, Polsek Mempawah Timur menerima laporan adanya penemuan mayat," ungkap Rizal.


Setelah beberapa saat, mayat bayi malang itu pun dievakuasi ke RSUD Rubini Mempawah untuk dilakukan visum. Hasilnya, Tim Medis RSUD Rubini Mempawah memprediksi, kalau korban sudah mengapung di sungai sekitar 5-6 jam lamanya.


"Jadi belum terlalu lama berada di sungai. Untuk usianya sekitar 34-35 Minggu, panjang 36 cm, dan memiliki berat badan 500 gram," kata Dokter Dewi yang ditemui di ruang jenazah RSUD Rubini.


Lebih lanjut, Dewi menyatakan, bahwa bayi tersebut dilahirkan dalam keadaan tidak normal, lantaran belum cukup bulan dan berat badannya yang juga kurang.


"Jika cukup bulan, bayi itu usianya mesti 39-40 Minggu, tapi nyatanya bayi ini kami perkirakan berusia 34-35 Minggu, jadi semestinya lahirnya satu bulan lagi, selain itu juga berat badan juga tidak normal," katanya.


Namun demikian, Dewi tidak bisa memastikan, apakah bayi tersebut sudah meninggal sebelum atau saat melahirkan, atau saat mengapung di sungai.


"Sekali lagi, soal apakah bayi ini telah meninggal dunia atau masih hidup sebelum mengapung, kami tim medis juga tidak bisa memastikan," katanya.


Sebelumnya, berdasarkan informasi yang beredar, menyeruak dugaan, bahwa bayi tersebut merupakan hasil dari hubungan gelap, yang lantas dibuang oleh orangtuanya setelah dilahirkan. Namun terkait hal ini, Kasat Reskrim Rezky Rizal masih belum dapat memastikannya.


"Masih dalam penyelidikan," katanya.


Pihak Polres Mempawah, kata Rizal, masih mendalami kasus ini, termasuk kemungkinan lokasi kejadian ini bermula, dilihat dari arah aliran sungai yang mengalir.


"Berdasar arah aliran air sungai, mengalir dari arah Mempawah Hilir ke Mempawah Timur (Kuala)," katanya.

 (FikA/M.tasya)

Posting Komentar

0 Komentar

Close Menu