Ad Code

Responsive Advertisement

Cara Disperindagnaker Mempawah Antisipasi Lonjakan Sembako Jelang Nataru



Mempawah, Infoindonesia.co - Dalam sepekan terakhir, harga-harga sejumlah komoditas di Kabupaten Mempawah, relatif berhasil ditekan. Bahkan terdapat beberapa harga barang yang sebelumnya mengalami kenaikan pun kini cenderung turun, seperti ayam potong.


"1 kilo untuk ayam potong yang sudah bersih sekitar Rp 38-40 ribu, dibanding tiga minggu yang lalu mencapai Rp 45 ribu per-kilo," aku salah seorang penjual daging ayam potong di Pasar Sebukit Rama Mempawah, Amri, pada Rabu (23/12/2020).


Amri menjelaskan, sejak sepekan terakhir, stok dan harga ayam potong di Pasar Sebukit Rama sudah relatif stabil, begitupun jelang perayaan Natal hingga Tahun Baru nantinya, pria ramah ini memprediksi tidak akan ada kenaikan harga, lantaran stok yang ada saat ini dirasa mencukupi.


"Untuk sementara ini, kita memastikan stok ayam cukup sampai tahun baru. Kalau (tiba-tiba) ayam langka, ya terpaksa, biasa harga pun naik," ujarnya.


Terpisah, Kasi Bina Usaha Perdagangan pada Dinas Perindustrian Perdagangan dan Ketenagakerjaan (Disperindagnaker) Kabupaten Mempawah, Budiman, sebelumnya turut membenarkan, memang terdapat beberapa komoditas yang sempat mengalami kenaikan, seperti ayam dan telur. Namun menjelang H-2 Natal ini, harga-harga tersebut relatif kembali normal.


"Untuk saat ini, rata-rata harga komoditi masih tetap normal dan bisa dikendalikan," katanya.


Budiman menyatakan, guna menjaga agar harga-harga sembako tersebut tetap stabil, sekaligus dalam rangka mengantisipasi adanya lonjakan harga, khususnya jelang momen Natal dan Tahun Baru (Nataru), pihaknya secara ketat melakukan koordinasi dengan para agen dan pedagang.


"Koordinasi selalu dilakukan, untuk melihat dimana, hal apa yang mengakibatkan kenaikan harga, agar semua itu cepat bisa diatasi," ujarnya.


Budiman menambahkan, seperti tahun-tahun sebelumnya, ia berharap harga-harga komoditas jelang Nataru tahun ini akan tetap normal dan tidak ada kenaikan yang signifikan.


"Prediksi kita, melihat dari tahun-tahun sebelumnya, kami pastikan tidak akan mengalami kenaikan harga pada beberapa komoditi," ujarnya.


Selain memperkuat koordinasi dengan agen dan pedagang, Disperindagnaker juga melakukan pemantauan terus-menerus di lapangan. Hal itu penting menurut Budiman, guna mengetahui perkembangan harga dan ketersediaan barang secara langsung.


"Jelas, kami pun tetap memantau, jikalau ada kenaikan harga, kami segera cepat mengambil tindakan untuk mengendalikan harga pasar. Yang biasa kami lakukan ialah dengan menyediakan pasar murah, ataupun operasi pasar," ujarnya.

 (FikA/M.tasya)

Posting Komentar

0 Komentar

Close Menu