Ad Code

Responsive Advertisement

Waspada Bencana, Wabup Mempawah Minta Semua Pihak Panaskan Mesin Armada


Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi. (Foto istimewa)


Mempawah, Infoindonesia.co - Kabupaten Mempawah merupakan salah satu daerah di Provinsi Kalimantan Barat yang berpotensi terkena bencana alam. Terlebih saat musim penghujan seperti sekarang ini, dimana kejadian musibah bencana cukup sulit untuk ditebak.


Untuk itu, Ketua Tim Penanggulangan Bencana Kabupaten Mempawah, Muhammad Pagi yang dikonfirmasi, Senin (16/11/2020), mengaku pihaknya sangat concern melakukan langkah-langkah antisipatif dalam melakukan mitigasi. Sehingga, adapun terkait kerugian yang terlanjur ditimbulkan, sebisa mungkin dapat segera diminimalisir.


"Kemarin itu kami sudah rapat koordinasi yang difasilitasi Pak Kapolres Mempawah. Kami minta semua peralatan diturunkan. kita himbau juga bagi seluruh perusahaan-perusahaan yang memiliki armada siaga, diikutsertakan," jelasnya.


Seperti yang dilansir oleh Badan penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Mempawah, sebanyak 8 dari 9 Kecamatan di Mempawah berpotensi sebagai Kawasan Rawan Bencana (KRB), baik berupa banjir, kebakaran, tanah longsor maupun puting beliung. Antara lain; Sungai Kunyit, Mempawah Hilir, Mempawah Timur, Sadaniang, Pinyuh, Toho, Segedong dan Jongkat.


"Dalam waktu dekat kami juga akan rapat evaluasi terkait dampak bencana ini. Kami akan bahas apa-apa yang kita mesti dilakukan, termasuk apa kekurangannya, apa kendalanya selama ini. Kita akan lakukan persiapan-persiapan itu kedepan," bebernya.


Spesifik terkait permasalahan banjir,, Muhammad Pagi yang juga selaku Wakil Bupati Mempawah menyatakan bahwa pemerintahannya memiliki program jangka menengah-panjang, dimana pihaknya kini juga tengah mengupayakan pembangunan kanal air yang terhubung langsung ke laut, 


"Sekarang sudah ada beberapa perusahaan yang melakukan normalisasi, seperti PT Mas dan lainnya. Nah, untuk di wilayah Desa Pasir (Kecamatan Mempawah Hilir, red) saya sudah langsung melakukan monitor lapangan, dan Alhamdulillah mungkin dalam sebulan dua bulan ini ada sekitar tiga empat yang akan dinormalisasi sampai ke laut," katanya.


"Kami terus-menerus akan memonitor dampak banjir itu. Kami komitmen dan serius, bagaimana banjir ini semakin tahun dapat semakin menurun," tambahnya. (FikA)

Posting Komentar

0 Komentar

Close Menu