Ad Code

Responsive Advertisement

Serukan Siap Mati Membela Rasulullah, Jimly: HRS Provokatif Dan Harus Segera Ditindak



Jakarta, Infoindonesia.co
- Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Jimly Assidiqie meminta kepada aparat kepolisian segera menindak tegas Imam Besar Front Pembela Islam, Habib Muhammad Rizieq bin Hussein Shihab atau yang kerap disingkat IB HRS, lantaran adanya bagian potongan ceramah HRS yang dianggap telah melakukan ujaran kebencian yang bersifat provokatif dan memecah-belah bangsa.


Tak hanya itu, Jimly pun menampilkan bukti potongan ceramah HRS tersebut berupa video berdurasi 39 detik di akun twitternya, Rabu (18/11/2020).


Dimana dalam potongan video tersebut, HRS menyerukan kepada umat Islam agar siap mati dalam membela Nabi Muhammad SAW.


"Siap bela nabi! Siap bela nabi! Siap mati untuk Rasulullah?! Takbir!," seru HRS yang disambut antusias umat muslim yang hadir dalam ceramahnya.


Hal ini disampaikan HRS, lantaran mengacu pada kasus pemenggalan kepala seorang guru oleh muridnya sendiri di Prancis beberapa waktu lalu karena dianggap telah menghina Nabi Muhammad. Dimana HRS mengaitkan kejadian itu dengan fenomena lemahnya penegakan hukum kepada para penista di Indonesia.


"Kepada pemerintah, khususnya kepolisian, kita kasi tau, kalau tidak mau kejadian seperti di Prancis, penghinaan nabi dipenggal, saudara, nah tolong kalau ada laporan penista-penista agama proses dong! Yang menghina nabi, menghina Islam, menghina ulama proses dong!," jelasnya.


"Kalau tidak diproses, jangan salahkan umat Islam kalau besok kepalanya ditemukan di jalan, saudara, takbir!," sambungnya dengan semangat berapi-api.


Atas video tersebut, Jimly pun menulis di akunnya, dengan menyebut bahwa ceramah HRS ini merupakan contoh ceramah yang penuh kebencian dan permusuhan.


"Jika dibiarkan provokasinya bisa meluas dan melebar. Hentikan ceramah seperti ini, apalagi mengatasnamakan dakwah yang mesti dengan hikmah dan mau'zhoh hasanah," katanya.


https://twitter.com/JimlyAs/status/1328842706026602497?s=19


Tak ayal twitt dari Jimly ini pun banyak memunculkan reaksi dari warganet, ada yang setuju maupun tidak. Sementara sebagian yang lain meminta agar Jimly mawas diri dan hendaknya mendengar ceramah tersebut secara utuh terlebih dahulu baru di share, tidak sepotong-sepotong. (FikA)

Posting Komentar

0 Komentar

Close Menu