--> Persoalan Setengah Abad Tak Selesai, Turun-temurun Warga Pasir Terus Dirundung Banjir Tahunan | INFOINDONESIA.CO

Persoalan Setengah Abad Tak Selesai, Turun-temurun Warga Pasir Terus Dirundung Banjir Tahunan

Beberapa rumah warga di Dusun Sebukit Rama yang tergenang air. Kondisi banjir yang terus menjadi momok bagi warga tersebut, hingga kini masi...


Beberapa rumah warga di Dusun Sebukit Rama yang tergenang air. Kondisi banjir yang terus menjadi momok bagi warga tersebut, hingga kini masih belum mendapatkan solusi konkrit. (Istimewa)



Mempawah, Infoindonesia - Sejak setengah abad yang lalu, persoalan banjir tahunan di Dusun Sebukit Rama, Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah tak pernah tertuntaskan. Kendati periode demi periode pemerintahan telah berganti, namun masyarakat disana tetap menjadi korban.


Selain "janji-janji" pembenahan, masyarakat disana sangat sulit makan dari hasil pertanian dan perkebunan mereka sendiri. Dengan kata lain, untuk menjalani hidup normal sederhana seperti masyarakat lainnya, mereka tidak bisa.


"Banjir tahun ini sudah yang kedelapan kalinya terjadi. Yang paling besar tahun ini, itu di bulan 10 kemarin, saat banjir yang ke tujuh, rata-rata setengah dari rumah warga disini terndam banjir," ujar Kepala Dusun Sebukit Rama, Mijrad (55 tahun), ditemui di lokasi, Senin (30/11/2020).


Bukan kali pertama, seingat Mijrad, banjir besar juga pernah terjadi pada periode tahun 2003, 2009, 2013, 2016, dan terakhir di Oktober 2020. Namun begitu, warga setempat kekeh, enggan meninggalkan rumah dan mengungsi ke tempat lain, seolah sudah terbiasa dengan kehadiran "tamu tak diundang" tersebut.


"Tapi warga tetap bertahan, karena lebih memilih mau nunggu air surut saja, karna sudah biasa banjir," kata Mijrad yang kala itu turut didampingi istrinya, Muslimfah.


Kepada wartawan, Muslimfah turut menimpali, terkait kejadian musibah banjir ini, kata dia bahkan sudah berlaku sejak dirinya masih berusia kanak-kanak.


"Dari kecil saya Pak, sekarang umur saya sudah 46 tahun, beginilah dia (kondisinya). Bahkan dari nek-aki saya jadi RT (Ketua RT 20) disini dulu, masalah banjir sudah ada. Bedanya kalau dulu, jarang-jarang, paling setahun 2 kali, biasa di bulan 11 atau 12. Tapi sekarang ini terus, tidak perduli bulan apa, kalau banjir, banjir lah," papar Muslimah.


Mijrad menyampaikan, bahwa pihaknya sudah meminta kepada pemerintah setempat untuk memberikan solusi terhadap masalah warga ini. Salah satunya dengan melakukan pengerukan dan normalisasi sungai sepanjang kurang lebih 5 kilometer pada tahun 2008 silam.


"Pengerukan sudah, waktu itu dimulai dari kaki gunung suap, sampai lah dekat Desa Sejegi. Tapi banjir masih saja. Sekarang saja, datanya ada 100 KK lebih warga yang terdampak banjir. Tapi sekarang, Alhamdulillah lah banjir dah mulai surut. Tapi kalau hujan lagi nanti, tetap banjir lagi," katanya.


Secara umum, warga kata Mijrad, tak terlalu berharap dengan bantuan sembako atau mie instan yang kerap rutin diberikan pemerintah saat setiap kali banjir menerjang, tapi mereka sangat berharap bagaiman solusi konkrit, dapat diberikan. Warga pun kata Mijrad siap jika harus dilibatkan, guna kehidupan yang lebih baik di tahun-tahun mendaatang.


Sementara itu, Kepala Desa Pasir, Abdul Hamid, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, membenarkan cerita para warga dan pengakuan Kadus Sebukit Rama. Pihaknya mengaku tak tinggal diam atas masalah yang terus berlanjut tersebut. 


Secara berjenjang pihaknya mengaku, sudah mengupayakan berbagai solusi yang mungkin bisa dilakukan, termasuk rencana pembelahan jalan provinsi untuk dibuat drainase raksasa, agar debit air yang berlimpah dapat diteruskan ke laut lepas.


"Kami tidak berhenti berjuang, bahkan dari dulu waktu saya sebelum jadi kades, termasuk usulan rencana pembuatan kanalisasi selebar 25 meter. Memang dalam hal ini, ada beberapa kendala, pertama itu berkenaan dengan beberapa lahan milik warga, dan soal kewenangan juga, selain soal masalah aset pemerintah dan lain-lain. Karena itu memang diperlukan kajian yang mendalam," bebernya. 


Sambil menunggu itu terealisaai, sebagai gantinya, pemerintah setempat kata Hamid, telah memberikan solusi jangka pendek, yakni dengan melakukan pembuatan dua parit selebar 4 meter, di batas kota dan di wilayah makam pahlawan, sebagai jalur air keluar.


"Namun itu pun tidak bisa mengakomodir banjir di Sebukit Rama. Tahun ini, sudah ada tiga paket pekerjaan juga, pembuatan parit. Jadi untuk masalah pembelahan jalan provinsi masih kami upayakan," katanya.


Untuk saat ini, terdapat 8 titik di desanya yang kerap menjadi langganan banjir, diantaranya; di RT 18a, RT 31, RT 20, RT 20b, RT 17, RT 19a, RT 8 dan RT 16. Kondisi waspada banjir, katanya, tak hanya berlaku di Dusun Sebukit Rama, tapi juga melingkupi beberapa dusun-dusun tetangganya, yakni Dusun Suap, Parit Amanku, Pasir Tengah dan Pasir Laut.


"Kalau sudah banjir, ketinggian air bisa mencapai 1,5 meter. Dan kita semua ini terlibat untuk melakukan antisipasi, termasuk dari pihak polres," katanya.


Sembari menunggu solusi besar, yakni pembelahan jalan provinsi--yang membatasi antara wilayah terdampak dan laut--Kades Hamid turut meminta kepada warga secara perlahan untuk menyesuaikan mata pencarian, guna mendukung kehidupan sehari-hari.


"Karena kalau untuk bercocok tanam tidak bisa, karena belum sempat pulih sudah banjir lagi. Seperti sahang dan lada warga, banyak yang rugi karena terendam. Mau ternak juga tidak bisa. Jadi harus membuka lahan berpindah, ke lokasi tinggi, tidak apa-apa jauh sedikit tapi bisa berhasil. Dan rata-rata mata pencarian warga disana saat ini, ada yang menjadi nelayan sungai. Jadi harapannya bisa menyesuaikan lah," katanya.


Terpisah, Tirmizi, Ketua Karang Taruna Patih Gumentar Desa Pasir Kabupaten Mempawah, mengaku sangat menyesalkan, lantaran masalah banjir yang telah turun temurun itu, masih turut dirasakan oleh generasinya saat ini.


"Kami sudah sampaikan audiensi ke DPRD tanggal 15 September kemarin, sebelumnya tanggal 11 September, kami ke Pemkab Mempawah, yang dihadiri oleh Wakil Bupati Mempawah. Ada Dinas PU dan Bappeda juga disitu. Bahkan kami telah membentuk Aliansi Masyarakat Terdampak Banjir, kita minta ke mereka fokus, bagaimana bersama menemukan solusi," katanya.


Terdapat sedikitnya tiga solusi yang dibicarakan saat audiensi bersama Pemkab dan DPRD Mempawah, antara lain; Pemkab Mempawah jarus segera melakukan koordinasi dengan Pemkab-Pemkab tetangga, khususnya Pemkab Landak, guna mengatasi permasalahan hulu, seperti mereboisasi hutan-hutan yang telah gundul, dengan memperbanyak daerah-daerah resapan air.


"Karena posisi kita ini (Desa Pasir) berada di hilir. Kemudian yang kedua, perbanyak saluran-saluran air, agar debit air yang banyak ini bisa terbagi-bagi. Artinya, selain normalisasi parit yang ada, juga harus ada pembuatan parit-parit baru," katanya.


Kemudian yang ketiga, pembuatan kanal raksasa sebagai pembuangan genangan ke arah laut, yang saat ini masih terkendala soal perizinan, aturan serta kewenangan.


"Untuk yang ketiga ini kami masih menunggu, namun yang kami desak itu dua hal pertama tadi. Saat ini pun kami masih akan mengkaji dulu soal RAPB 2021 yang baru disahkan kemarin. Kami akan lihat, bedah dulu, sesuai tidak dengan komitmen masyarakat, ada tidak anggaran dan program kesitu, kalau tidak, tidak menutup kemungkinan akan ada aksi (demo) dari masyarakat," katanya. 


Lebih lanjut, Tirmizi dan kawan-kawan pemuda lainnya menganggap bahwa persoalan banjir di wilayahnya sudah sangat mendesak untuk diselesaikan. Namun sayangnya, dalam setiap rezim, seolah dibiarkan dan berlarut-larut.


"Karena sebagian besar mata pencarian warga adalah bertani, ada jagung, kacang dan sayur-sayuran. Dengan banjir ini masyarakat jadi tidak ada penghasilan. Kami khawatir kalau terus-terusan, imbasnya bisa kemana-mana, termasuk lah kejahatan sosial, dan lainnya" ujarnya. (FikA/Tasya)

COMMENTS

Nama

Berita Daerah,67,Dunia,3,Ekonomi Bisnis,18,entertainment,2,Foto dan Video,1,Hukum Dan Kriminal,34,Kesehatan,37,Nasional,541,News,4,Olahraga,4,Travel,1,
ltr
item
INFOINDONESIA.CO: Persoalan Setengah Abad Tak Selesai, Turun-temurun Warga Pasir Terus Dirundung Banjir Tahunan
Persoalan Setengah Abad Tak Selesai, Turun-temurun Warga Pasir Terus Dirundung Banjir Tahunan
https://1.bp.blogspot.com/-JXlqp-pPghM/X8Sh479cEaI/AAAAAAAAFS8/cdE80JsEOsEWCo9NpgNfqfaMqtxZpnvEwCPcBGAsYHg/w640-h470/IMG-20201130-WA0017.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-JXlqp-pPghM/X8Sh479cEaI/AAAAAAAAFS8/cdE80JsEOsEWCo9NpgNfqfaMqtxZpnvEwCPcBGAsYHg/s72-w640-c-h470/IMG-20201130-WA0017.jpg
INFOINDONESIA.CO
http://www.infoindonesia.co/2020/11/persoalan-setengah-abad-tak-selesai.html
http://www.infoindonesia.co/
http://www.infoindonesia.co/
http://www.infoindonesia.co/2020/11/persoalan-setengah-abad-tak-selesai.html
true
1544553691370833841
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content