Ad Code

Responsive Advertisement

Perencanaan Kongres Nasional Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama di Kalimantan Barat



Infoindonesia.co, Pontianak - Pertemuan Banom SNNU (Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama) dengan Ketua PWNU, H. Hildi Hamid duta besar Azerbaijan dan Sekretaris PWNU Kalimantan Barat H. Hasyim Hadrawi, pada Sabtu (7/11/2020) di Kantor PWNU Pukul 10.00-12.00 wib.

Acara dibuka oleh Sekretaris PW SNNU H. Machrus Effendi dan dilanjutkan dengan Pemaparan kondisi terkini SNNU Kalimantan Barat oleh Ketua PW SNNU KH.Hasbullah diantaranya ;

1. Pembentukan Kepengurusan SNNU di tingkat PC se Kalimantan Barat hampir selesai, hari Kamis tggl 12 November 2020 akan diselesaikan semua.

2. Menyampaikan hasil koordinasi dengan Pengurus Pusat SNNU dimana Kalimantan Barat memiliki peluang untuk mengadakan kegiatan Kongres Nasional SNNU, dimana yang telah mendapatkan kepastian hadir adalah Menko Perekonomian, Menkopolhukam, untuk Menteri KKP dan Ketua PBNU masih dlm konfirmasi.

3. Kepanitiaan Kongres dari Pengurus Pusat SNNU dibantu dengan PW SNNU Kalimantan Barat.

4. Rencana penyelenggaraan Kongres di awal bulan Desember 2020 pada minggu pertama.

5. Peserta Kongres berasal dari setiap Provinsi se Indonesia yang mengirim 2 orang utusan, Ketua dan Sekretaris PW SNNU.

6. Masih dalam perencanaan tempat yang memungkinkan untuk pelaksanaan Kongres Nasional tersebut dikarenakan harus menyeauaikan dgn kondisi terkini status Covid 19 disetiap daerah, dimana Pontianak masih dlm daerah Merah, dpt alternatif tempat  di Mempawah atau Singkawang yang masih daerah orange covid 19 setelah dikonfirmasi kepala daerah setempat siap untuk menjadi tuan rumah.

SNNU Kalimantan Barat mendapat sambutan yang sangat Positif dari Ketua PWNU Kalimantan Barat dan beliau memberikan arahan dan usul saran sebagai berikut ;

1. Kongres Nasional SNNU diupayakan pelaksanaannya di Pontianak, namun jika tidak bisa maka harus dicari tempat alternatif yang lain, Mempawah atau Singkawang.

2. Segera koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk rencana Pelaksanaan Kongres dalam hal ini Gubernur Kalimantan Barat dan Kepala Dinas Kelautan Provinsi.

3. Membuat proposal pelaksanaan kegiatan di dalam masa Covid 19.

4. Potensi perikanan di wilayah Kalimantan Barat sangat besar, namun belum dikelola secara maksimal, perlu kehadiran Cold storage besar di daerah.

5. Mendapat saran dan masukan agar PW SNNU Kalimantan Barat benar-benar membantu Nelayan dengan memperhatikan kondisi dilapangan dimana Nelayan Kalbar harus mendapat perhatian serius.

6. Nelayan juga berfungsi sebagai penjaga Laut Indonesia, kapal-kapal pencuri ikan dari Negara lain yang sering masuk ke perairan Indonesia akan takut apabila bertemu dengan Kapal Nelayan kita, fakta ini pernah terjadi di Kayong Utara, sewaktu Ketua PWNU masih menjabat sebagai Bupati Kayong Utara.

7. Bantuan kapal penangkap ikan untuk nelayan dari pemerintah pusat dan daerah belum dapat dikelola nelayan dengan baik dan benar, yang terjadi di lapangan adalah menguntungkan pengusaha perikanan setempat yang melakukan ijonisasi, PW SNNU harus hadir dalam hal ini mungkin dengan membuat Koperasi yang dapat membantu nelayan.

8. Coba melakukan kerjasama dengan pemerintah daerah untuk memaksimalkan/membantu pengelolaan Kapal-kapal bantuan dari pemerintah pusat yang tidak mampu dikelola nelayan.

9. Segera mencari solusi terbaik untuk kepastian tempat pelaksanaan Kongres Nasional SNNU di Kalimantan Barat.

(M.Tasya)

Posting Komentar

0 Komentar

Close Menu