Ad Code

Responsive Advertisement

Pasca Sosialisasi, Warga Perbatasan Serahkan Sepucuk Lantak Kepada Satgas Yonif 642/Kps




Sanggau, Infoindonesia.co - Sosialisasi tentang bahaya kepemilikan senjata api (senpi) yang terus dilakukan oleh Satgas Pamtas RI-MLY Yonif 642/Kps akhirnya membuahkan hasil. 


Pada Jumat (13/11/2020), seorang warga di Desa Palapasang Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat berinisial A, dengan sukarela menyerahkan senpi jenis lantak miliknya kepada petugas Satgas Pamtas RI-MLY Yonif 642/Kps Pos Palapasang.


Dikutip dari akun Facebook Korem Alambhana Wanawwai, Dansatgas Pamtas Yonif 642/Kps, Letkol Inf Alim Mustofa menjelaskan bahwa kronologis penyerahan senjata api rakitan jenis Lantak tersebut berawal ketika personel Satgas Pos Palapasang yang dipimpin Danpos Serda Lukman melaksanakan anjangsana sekaligus mensosialisasikan kepada warga Desa Palapasang tentang larangan kepemilikan senjata api tanpa ijin baik senjata rakitan maupun standar, serta memberikan pengertian tentang dampak negatif dan bahaya memiliki senjata api secara ilegal. 


"Anjangsana dan sosialisasi yang dilakukan oleh personel Satgas berbuah hasil setelah saudara A (58 tahun) menginformasikan kepada personel Satgas Pos Palapasang bahwa yang bersangkutan memiliki dan menyimpan senjata api rakitan jenis Lantak di rumahnya. Senjata api tersebut dulunya ia pergunakan untuk berburu dan  sekarang sudah tidak dipergunakannya lagi," ujar Dansatgas.


Dansatgas Alim menyatakan, setelah melakukan koordinasi dengan anggota Satgas Pos Palapasang, saudara A pun kemudian menyerahkan senjata tersebut dengan sukarela dan tanpa paksaan kepada personel Satgas Pos Palapasang yang diterima langsung oleh Danpos, Serda Lukman. Saat ini senjata tersebut sudah diamankan di Pos Kotis Entikong, Kabupaten Sanggau.


Dansatgas pun kembali menghimbau kepada seluruh masyarakat agar dapat kooperatif menyerahkan senjata api yang mereka miliki baik senjata standar maupun rakitan kepada aparat di perbatasan, sehingga senjata tersebut tidak membahayakan bagi dirinya sendiri maupun orang lain. (FikA)


Sanggau, Infoindonesia.co - Sosialisasi tentang bahaya kepemilikan senjata api (senpi) yang terus dilakukan oleh Satgas Pamtas RI-MLY Yonif 642/Kps akhirnya membuahkan hasil. 


Pada Jumat (13/11/2020), seorang warga di Desa Palapasang Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat berinisial A, dengan sukarela menyerahkan senpi jenis lantak miliknya kepada petugas Satgas Pamtas RI-MLY Yonif 642/Kps Pos Palapasang.


Dikutip dari akun Facebook Korem Alambhana Wanawwai, Dansatgas Pamtas Yonif 642/Kps, Letkol Inf Alim Mustofa menjelaskan bahwa kronologis penyerahan senjata api rakitan jenis Lantak tersebut berawal ketika personel Satgas Pos Palapasang yang dipimpin Danpos Serda Lukman melaksanakan anjangsana sekaligus mensosialisasikan kepada warga Desa Palapasang tentang larangan kepemilikan senjata api tanpa ijin baik senjata rakitan maupun standar, serta memberikan pengertian tentang dampak negatif dan bahaya memiliki senjata api secara ilegal. 


"Anjangsana dan sosialisasi yang dilakukan oleh personel Satgas berbuah hasil setelah saudara A (58 tahun) menginformasikan kepada personel Satgas Pos Palapasang bahwa yang bersangkutan memiliki dan menyimpan senjata api rakitan jenis Lantak di rumahnya. Senjata api tersebut dulunya ia pergunakan untuk berburu dan  sekarang sudah tidak dipergunakannya lagi," ujar Dansatgas.


Dansatgas Alim menyatakan, setelah melakukan koordinasi dengan anggota Satgas Pos Palapasang, saudara A pun kemudian menyerahkan senjata tersebut dengan sukarela dan tanpa paksaan kepada personel Satgas Pos Palapasang yang diterima langsung oleh Danpos, Serda Lukman. Saat ini senjata tersebut sudah diamankan di Pos Kotis Entikong, Kabupaten Sanggau.


Dansatgas pun kembali menghimbau kepada seluruh masyarakat agar dapat kooperatif menyerahkan senjata api yang mereka miliki baik senjata standar maupun rakitan kepada aparat di perbatasan, sehingga senjata tersebut tidak membahayakan bagi dirinya sendiri maupun orang lain. (FikA)

Posting Komentar

0 Komentar

Close Menu