Ad Code

Responsive Advertisement

Norsan Masih Kesal, Mall Di Sungai Pinyuh Tak Jadi Terealisasi

        

Wakil Gubernur Ria Norsan (Istimewa)


Mempawah, Infoindonesia.co - Wakil Gubernur Kalbar, Ria Norsan mengaku masih kesal, lantaran mengingat pencanangan pembangunan mall di Kecamatan Sungai Pinyuh yang tidak jadi terealisasi. Dimana saat itu Norsan masih menjabat selaku Bupati Mempawah.

Hal itu disinggung Norsan saat berkunjung ke Jalan Baru Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, guna melaksanakan kegiatan penanaman 5000 batang pohon mangrove, Minggu (22/11/2020) sore.

Kekesalan itu ditumpahkannya kepada salah satu oknum investor yang sebelumnya menjanjikan keberadaan pusat perbelanjaan modern di Sungai Pinyuh, dimana proyeksi tersebut dinilai sangat menjanjikan bagi kemajuan perekonomian masyarakat.

"Dulu program saya (ketika menjabat Bupati Mempawah, red), Sungai Kunyit itu kota industri, pelabuhan, Sungai Pinyuh ini rencananya dibuat sebagai kota perdagangan. Semua sudah saya permudah, asalkan bapak mau bangun cepat saja, dibangun lah ruko-nya, setelah jadi mall-nya ditinggalkannya, itu yang saya sesalkan, itu saya sangat kecewa sekali," kata Norsan saat membuka acara.

Dalam sambutannya, Norsan menyinggung banyak hal terkait investasi serta berapa wilayah di Kabupaten Mempawah yang sangat potensial jika mau digarap secara serius. Terlebih dengan keberadaan pelabuhan internasional Kijing Kecamatan Sungai Kunyit.

Dia pun menegaskan, jika Mempawah saat ini telah menjadi kabupaten yang berbeda, tidak seperti dulu, yang seolah hanya dipandang "sebelah mata".

"Mempawah sekarang tidak seperti dulu lagi. Sekarang mata orang Kalbar, bahkan investor Jakarta sudah melihat Mempawah ini luar biasa, karena apa, adanya pelabuhan internasional. Sekarang ini, Mempawah ibarat gula, semut yang tidak diundang pun datang sekarang," katanya.

Norsan yang pernah menjabat sebagai Bupati Mempawah dua periode, memahami betul bagaimana beratnya memperjuangkan agar Bumi Galaherang tersebut dapat diperhitungkan, hingga level nasional, seperti sekarang ini.

"Dulu tanah di Sungai Kunyit cuma Rp25 ribu paling mahal, sekarang Rp1 juta tepi jalan, masuk 8 kilometer ke dalam sudah 400 ribu permeter," ujar Norsan.

Terkait dengan kekecewaannya tersebut, Norsan mengaku tak mau lantas patah arang. Ia pun masih akan berupaya bagaimana bisa menemukan investor baru, yang lebih serius, agar pembangunan mall di Sungai Pinyuh dapat menjadi kenyataan.

"Tapi saya coba nanti komunikasikan lagi ke pemilik tanah, dengan adanya (lokasi wisata alam) mangrove ini, mudah-mudahan punya keinginan bangun mall di sini," katanya.

 

(Fika/M.tasya)

Posting Komentar

0 Komentar

Close Menu