Ad Code

Responsive Advertisement

Masyarakat Terdampak Bencana Tak Masalah Soal Pembebasan Lahan


Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi. (Istimewa)



Mempawah, Infoindonesia.co - Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi mengakui, bahwa kendala utama dalam pembangunan yang bersifat fisik--khususnya terkait dengan kepentingan masyarakat banyak selalu terbentur oleh masalah pembebasan lahan. 


Termasuk rencana pemerintah daerah untuk membuat kanal air guna menekan dampak musibah banjir tahunan yang langganan terjadi di beberapa wilayah. Namun Muhammad Pagi meyakini bahwa masyarakat tidak akan masalah selama rencana pembangunan tersebut dapat disosialisasikan dengan baik.


"Ya memang biasa masalahnya, apabila kita mau melakukan pembangunan sedikit-banyak akan berkaitan dengan lahan masyarakat. Tapi sampai saat ini belum ada. Masyarakat sebenarnya tidak ada persoalan, yang penting bagaimana persoalan banjir ini bisa berkurang," katanya, Senin (16/11/2020).


Pria yang juga menjabat selaku Ketua Penanggulangan Bencana Kabupaten Mempawah ini menyampaikan persoalan bencana khususnya banjir, cukup mendesak. Sehingga pembuatan kanal menjadi salah satu solusi terbaiknya.


"Kalau banjir ini merata, langkahnya kemana air ini kita salurkan? sasarannya tetap ke laut," terangnya. 


Bang Mad sapaan akrabnya, menyatakan banyak aspirasi masyarakat yang menginginkan bagaimana persoalan banjir dapat segera teratasi, karena ketika banjir besar melanda, banyak harta benda masyarakat, termasuk hasil kebun mereka yang mengalami paceklik hingga gagal panen.


"Dampak dari itu banyak tanaman yang mati, termasuk gagal panen, gagal tanam. Bahkan yang sudah mereka tanam selama ini, seperti langsat, durian, rambutan, termasuk kelapa, pisang mereka juga kan tidak tahan banjir," katanya.


Bang Mad menilai pihaknya selaku pemerintah hanya memfasilitasi dan mewujudkan visi-misi bagaimana masyarakat di Kabupaten Mempawah dapat hidup nyaman dan ekonomi mereka sedikit demi sedikit terus meningkat dan sejahtera. Sehingga ia memandang perlu adanya keterlibatan semua pihak, terutama masyarakat sendiri.


"Hujan deras, banjir ini kan hukum alam, Pemerintah melakukan tugas sesuai kondisi dan keadaan yang ada. Yang akan sulit itu saat air hulu turun, sementara air laut naik," katanya.


Terkait dengan pendanaan, Bang Mad menyampaikan relatif tidak ada persoalan. Karena untuk pencegahan dan penanggulangan yang sifatnya langsung, masing-masing instansi terkait telah dibekalkan dengan anggaran pasca bencana yang bersumber dari APBD.


"Tidak ada persoalan. Setiap dinas sudah menyiapkan, seperti di Dinsos, di BNPB, dinas pertanian dan sebagainya, ya disesuaikan dengan tupoksi dan kebutuhan masyarakat," ujarnya.


Selain permasalahan diatas, masalah-masalah terkait dengan mitigasi maupun penanggulangan bencana lainnya dirasa tidak terlalu signifikan. Bang Mad pun menilai, sejauh ini masyarakat sangat proaktif dalam mendukung kerja-kerja pemerintahan.


"Di lapangan tidak terlalu signifikan, masyarakat secara bersama-sama tetap siap membantu, tapi mereka kan ada keterbatasan, seperti peralatan, belum lagi mereka memikirkan soal kehidupan mereka dan lain-lain. Nah kita Forkopimda kompak mengatasi permasalahan-permasalahan yang ada," katanya. (FikA)

Posting Komentar

0 Komentar

Close Menu