Ad Code

Responsive Advertisement

Karyawan PT MAS di Jongkat Tewas Tersambar Petir


Pasca tersambar petir, korban langsung dievakuasi dan dibawa ke RS Yarsi Kodya Pontianak untuk dilakukan pemeriksaan atau visum awal. (Istimewa)



Mempawah, Infoindonesia.co - Nasib malang menimpa Januar Syahruli (30 tahun), salah satu karyawan PT Mitra Andalan Sejahtera (MAS) di Desa Wajok Hilir Kecamatan Jongkat Kabupaten Mempawah ini ditemukan tewas tersambar petir, pada Rabu (18/11/2020) sore.


Berdasarkan keterangan yang disampaikan Kapolres Mempawah, AKBP Fauzan Sukmawansyah melalui Kapolsek Siantan, IPTU Rahmad Kartono, bahwa kejadian tersebut berlaku sekitar pukul 15.30 Wib saat korban dan kedua rekannya, Mulyadi (35 tahun) dan Saleh (45 tahun)--sesama karyawan--berjalan pulang dari kebun menuju mess karyawan.


"Saat itu ketiganya sedang berada di lokasi Divisi Blok L 38 perkebunan kelapa sawit PT MAS. Namun sesaat kemudian, hujan turun, kemudian mereka memutuskan untuk berteduh di bawah salah satu pohon kelapa sawit," ujar Rahmad.


Pada saat berteduh, lanjut Kapolsek, posisi korban yang saat itu berada di tengah kemudian mengambil HP yang berada di dalam saku celana dan berniat untuk mematikannya, akan tetapi secara tiba-tiba petir menyambar korban sehingga korban terkapar di tanah, sementara dua rekannya terlempar ke samping.


"Melihat kondisi korban yang tidak bergerak, rekannya Mulyadi kemudian bergegas ke kantor untuk memberitahukan kejadian tersebut," terangnya.


Beberapa saat kemudian, korban pun segera dievakuasi dengan menggunakan mobil perusahaan oleh beberapa karyawan lainnya dan langsung dibawa ke RS Yarsi Kodya Pontianak untuk dilakukan pemeriksaan atau visum awal dengan didampingi oleh Bhabinkamtibmas Desa Wajok Hulu AIPDA Aloysius SH.


"Hasil visum yang dilakukan, korban mengalami luka bakar di beberapa bagian antara lain; luka bakar di bagian telapak kaki kiri dan kanan, luka bakar di jari kaki kiri, luka bakar di punggung kaki kanan, luka bakar di paha kiri dan kanan serta luka bakar di punggung badan," katanya.


Pasca visum, jenazah dibawa ke rumah duka di Jalan Nawawi Hasan Gang 27 nomor 48 Perum 2 Jeruju Kecamatan Pontianak Barat Kota Pontianak.


Berdasarkan analisa kepolisian di lapangan, faktor kecelakaan tersebut sangat dimungkinkan terkait keberadaan pohon yang korban singgahi, dimana pohon merupakan salah satu penghantar listrik.


"Jika pohon itu lebih tinggi dari bangunan atau benda lain disekitarnya, karena sifat petir akan menyambar benda-benda penghantar yang tertinggi posisinya sehingga sangat rawan berteduh di bawah pohon ketika terjadi hujan," katanya.


Sementara itu, petir pada dasarnya mengandung aliran listrik tegangan tinggi dan bisa menyebar di permukaan tubuh, dimana hal itu menyebabkan luka bakar parah dan sebagian besar korban sambaran petir biasanya tewas.


"Melalui para Bhabinkamtibmas kami memberikan himbauan kepada masyarakat dan para pengguna jalan agar tidak berteduh di bawah pohon saat hujan karena rawan terkena sambaran petir," pungkasnya. (FikA)

Posting Komentar

0 Komentar

Close Menu